Siapa yang tak kenal tempe? Ya, semua orang aku rasa kenal dengan tempe. Olahan dari kedelai yang terbungkus daun pisang atau plastik ini sangat mudah ditemui di negara kita. Selain harganya yang sangat terjangkau dan kaya akan protein serta mengandung banyak gizi. Tempe ini mempunyai tempat special dihati ku. Bukan tanpa alasan aku menyukai menu dengan olahan tempe ini. Dulu dimasa aku masih kecil tempe ini menjadi menu yang istimewa sekali. Karena aku dulu terlahir didalam lingkungan keluarga yang berada dibawah garis kemiskinan.
Aku masih ingat jelas perjalanan hidup ku ini. Jauh aku menceritakan tentang kehidupan ku dulu. Dari aku mengenyam bangku pendidikan kelas 2 sekolah dasar. Pagi, siang dan malam menu yang selalu tersaji hanyalah nasi putih dengan sambal bawang terkadang hanya dengan garam kami makan. Nikmat sekali kala itu. Jangan pernah bertanya soal lauk tempe, tahu, telor apalagi daging atau ayam. Orang tuaku pun enggan untuk membelinya. Bukan perkara pelit atau mau ngirit. Faktor ekonomilah yang menjadi alasan terkuat kala itu. Ibuku harus pintar-pintar mengelola keuangan untuk kepentingan yang jauh lebih penting daripada urusan perut. Pendidikanlah yang menjadi prioritas keluargaku. Sungguh kagum melihat cita-cita kedua orang tuaku yang ingin menyekolahkan anak-anaknya sampai jenjang Sekolah Menengah Atas ( SMA ). Cita-cita yang tinggi dengan tanggungan 4 orang anak.
Bertahun-tahun kami menikmati menu yang sangat lezat itu tanpa lauk. Tempe hanya dapat ku nikmati seminggu sekali kala itu dengan pendamping menu sayuran ala kadarnya. Satu paket menu yang luar biasa lezatnya. Sampai detik ini aku slalu menempatkan tempe sebagai menu favorit ku. Setiap kali mau santap makan aku selalu tersenyum kecil ketika melihat tempe berada di atas nasi putih yang berdampingan dengan sayur, telor terkadang daging atau ikan. Jauh berbeda sekali dengan aku yang dulu. Begitu mudah sekali kini aku menjumpai menu hidangan yang lengkap dengan sayur, daging atau ikan. Tempelah yang mampu membuat aku slalu mengingat masa kecil ku dulu.
Tempe, sejuta kenangan dan sejuta harapan. Tak ayal setiap makan tanpa tempe terasa ada yang kurang. Terimakasih tempe, kau mampu membuat ku slalu terus dan terus bersyukur atas karunia Sang Pemberi Rizki. Didalam kesederhanaan tempe mampu memberi satu poin penting yang mampu mengubah pola hidupku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar