Selasa, 30 September 2014

"INGIN KU CIPTA PUISI"+"AKU"+"PESONAMU" (Alm. Kawakib Enjank #3)

"INGIN KU CIPTA PUISI"+"AKU"+"PESONAMU"

INGIN KU CIPTA PUISI
Ingin ku cipta puisi
dari selembar kertas yang buram
yang pojoknya robek,
Ingin ku cipta puisi
dari Ballpoin lima ratusan
yang pecah terinjak,
Ingin ku cipta puisi
di atas dipan yang kaki-kakinya patah,
Ingin ku cipta puisi
sederhana dan tidak diam.


AKU

Aku adalah aku
Aku tidak ingin begini dan begitu
Aku adalah aku
Aku ingin ini dan itu
Aku adalah aku
Aku tidak ingin disuruh begini dan begitu
Aku adalah aku


PESONAMU

Ku kenali dia
Di suatu masa
Di hamparan waktu yang silam
Ku tatap indah bola matamu
Ku sambut sapamu
Dengan selarik senyumku
Santun
Sabar
Ramah
Begitu indah pesonamu
Ingin ku curah rasa sayangku
Agar mengembun dikalbumu


Goresan Alm. Kawakib Enjank #3

Senin, 29 September 2014

"LANGKAHKU"+"LAMUNAN"+"KESUNYIAN"+"CEMBURU"+"DO'A SEORANG KEKASIH"+"LAMUNANKU" (Alm. Kawakib Enjank #2)

"LANGKAHKU"+"LAMUNAN"+"KESUNYIAN"+"CEMBURU"+"DO'A SEORANG KEKASIH"+"LAMUNANKU"

LANGKAHKU
Langkahku tak menentu
Kemana ku harus menuju
Setelah ku tahu
Kau mendustaiku
Biar
Biar ku simpan di kalbu
Mengendap dan kian membeku
Biarlah
Aku yang menanggu rindu
Karena
Bahagiamu adalah bahagiaku


LAMUNAN

Perih hati ini
Bila ku ingat semua
Kau
Satu pesona
Yang ku kagumi
Entah sampai kapan
Aku menyimpan
Rasa hati yang sesak
Ingin rasanya ku ungkap
Tapi aku tak mampu
Tak layak bersuara
Biarlah
Kan ku bawa bayangmu
Dalam lembaran hidupku
Jadi kenangan terindah



KENSUNYIAN

Hening sepi
Bahkan sayup angin
Membekukan dinding hati
Yang lama rapuh
Tertindih keegoan
Kini...
Seikat rasa mengharap
Agar dua hati bersatu
Kini...
Segumpal harap meratap
Mungkinkah??
Mimpi itu jadi nyata


CEMBURU

Samar aku memandang
Tampak layu
Hanya selarik senyum
Tergores tipis di bibirmu
Kala itu
Senyummu bersama yang lain
Beradamu bersama yang lain
Bayangmu di samping dia
Panas...
Membakar ruang hatiku
Bergemuruh penuh amarah
Oh...
Cemburukah itu??



DO'A SEORANG KEKASIH

Dalam gempita malam
Penuh bintang bertabur
Mewarnai langit yang membiru
Ku angkat sepuluh jemariku
Penuh harap ku ucap

Ya Allah...
Bila engkau menghendaki
Cinta datang di hatiku
Maka tunjukan hidayahMu
Lindungi aku dari lingkar goda

Ya Allah...
Lindungi dia, sayang dia
Seperti aku menyayanginya
Biarlah ku relakan perginya
Demi cinta dan rasa



LAMUNANKU

Ketika rasa itu
Kembali datang dan mendera
Resah
Pilu
Dan semakin sendu
Ku tatap langit yang biru
Dengan mata yang basah dan sayu
Ku tebarkan angan
Ingin ku temui sosokmu
Namun
Hanya bayangan semu
Yang tak bisa di sisiku


Goresan Alm. Kawakib Enjank #2

Sabtu, 27 September 2014

MENGAPA KAU PERGI (Alm. Kawakib Enjank #1)

 
Saat raga ini tanpa daya,.
Jiwa tersungkur dalam samudra,.
Apa yang mesti perbuat saudara,.
Sang dewi pergi menapak malaya,.
Kembali kenang saat lemah jiwa raga,.
Lantunan lagu mengiringi kisah kita,.
Hindia dan malaya,.
Hidup mimpimu ditutup bijaknya,.
Sahaja dalam keras alamnya,.
Sejalan hidup yang berbeda,.
Tanpa peduli karena terjaga rasa,.
Mungkin tak kuasa tertahan pergi juga,.
Kau lempar dalam setengah bahagia,.
Lebih suka orang lain suka,.
Rela meskipun sakit dirasa,.
Memang beda jalan hidup kita,.
Namun buat apa tuk kejar mimpimnya,.
Biarlah kau pergi menapak malaya,.
Hindia menetes mimpi yang berbeda,.
Berkhayal mimpimu kan hidup satu tanpa berbeda,.
Seindahmu tak akan temui indah ini jika kita berbeda,.
Berubahlah dalam satu jalan meskipun tak bersatu hidup kita,.
Tabahmu hidupkan jiwa raga,.
Sabarmu semangat dalam jiwa,.
Mengapa api membakar rasa yang beda,.
Pergi dalam khayalan mimpimu jua,.
Bangunkan jiwa raga ini di hindia,.
Berharap perubahan di malaya,.
Kekasih pergi dalam kasih sejati jiwa,.
Cinta dalam cinta tanpa makna,.
Sudah pergi dalam khayalnya dan datang dalam mimpinya,.
Maaf jika perbedaan tak dapat bersatu jua,.
Meskipun ditutup pasti akan terbuka,.
Sudahlah sekian ini semua,.
Cuman berharap akan sejalan kita,.
Tiada hidup yang abadi selamanya,.
Kecuali keikhlasan cinta abadi selamanya,.
Tak seindah khayalan mimpimu jua....


Goresan Alm. Kawakib Enjank #1

Jumat, 26 September 2014

HAKEKAT SEBUAH CINTA

HAKEKAT SEBUAH CINTA

Bukan perkara mudah untuk jatuh cinta..
Hinggap sini hinggap sana..
Bak lebah mencari nektar..
Karna hati ku tidak untuk di obral.. 

Tidak untuk dibuka untuk umum.. 
Tidak pula untuk dilacurkan..

Bukan menjadi seorang petualang cinta..
Yang gemar menjajaki hati ke hati..
Tuk mencari kebahagian yang mungkin hanya sesaat..
Sekilas meneduhkan..
Tanpa disangka siap dihantam petir Sang Dewa Indra..
Siap untuk menambah deretan luka..

Bukan menjadi seorang pengemis cinta..
Mengiba mengharap sepercik cinta yang semu..
Dengan secawan usang mengharap cinta dituangkan..

Bukan pula menjadi pelacur cinta..
Yang lihai dalam hal bercinta..
Menjual anugerah Illahi dengan hina..
Penuh dengan kepura-puraan..
Terbalut dibalik ayu paras sang biduan..
Merintih tanpa arah..

Dan pada hakekatnya cinta adalah perasaan yang mampu mengikat..
Tanpa disadari, tanpa dirasa..
Cinta mampu memberi umpan balik..
Dijalani dengan kesungguhan..
Dengan sebuah komitmen yang pada akhirnya menimbulkan kesetiaan, kenyamanan, dan kebahagian..
 

BAYU DAN SURYA

BAYU DAN SURYA

Dewa Bayu pun masih menampakkan keagungannya..
Angin yang kian berhembus kencang,, mengucap perpisahan dengan Dewa Surya..
Batas antara daratan dan lautan..
Sang kusir "Aruna" pun dengan setia menghantar kepulangan Dewa Surya.. 
Dan aku masih saja terpaku di batas daratan..
Berusaha menelan senja..

Hingga Dewa Surya terlelap dalam tidurnya..
Raga masih berjuang melawan ganasnya Dewa Bayu..
Setiap jengkal yang ku lalui..
Slalu ku tepis dinginnya angin malam..
Ingin rasanya ku hancurkan khayangan panglawung..
Dimana Dewa Bayu bersemayam..




Kamis, 25 September 2014

ELEGI YOGYAKARTA

ELEGI YOGYAKARTA

Setahun sudah aku menumpahkan rasa rindu ini...
Setahun sudah aku kembali kepangkuan mu...
Setahun sudah aku dimanjakan mu...
Setahun sudah aku benar-benar dibuai oleh mu...

3 tahun lamanya ku berpaling dari mu...
3 tahun lamanya ku meninggalkan mu...
3 tahun lamanya ku slalu merindukan mu...
3 tahun lamanya ku benar-benar merasakan getirnya hidup...

Oleh mu,,
Karena mu,,
Ku langkahkan kaki ku...
Ku kepakkan sayap kunang-kunang ku...
Menikmati kehangatan tanah mu...
Menikmati indah pesona mu...
Mengagumi setiap mahakarya yang tercipta...
YOGYAKARTA ku...

Rabu, 24 September 2014

SYAIR KU UNTUK KALIAN

SYAIR KU UNTUK KALIAN

Jika aku tetap dapat menegakkan kepala,,
Ketika semua milikku lenyap dan orang mencelaku,,
Jika aku tetap dapat mempercayai diriku sendiri,,
Ketika semua orang mencelaku,,
Jika aku sedang menanti dan tidak menjadi lelah karenanya,, 
Atau membohongi kehidupan, jangan melakukan kebohongan,,
Atau hidup dalam kebencian, jangan membenci,, 
Jangan berlaku terlalu baik ataupun berbicara terlalu bijak,, 
Jika aku memiliki cita-cita dan tidak diperbudak olehnya,, 

Tak ku hiraukan apa yang menerjang,,
Tak ku dengar apa yang mengerang,,
Sekuat hati terus menyerang, menyerang apa yang menghadang,,
Semangat semangat semangat,,
Api semangat,,
Terdampar ke dunia antah berantah,,
Membuka cakrawala menjadi dunia baru,,
Mengukir kata menjadi sebuah nama,,

Rasanya hati terbakar melihat semua tak bernyawa,,
Berdebar jantungku, terpacu untuk segera melawan,,
Apa dunia ini tak berguna untuk menghembuskan nafas dan menggantungkan setiap nyawa,,
Tak ku terdiam hingga aku bisa tertawa,,
Tak ada kata menyerah untuk sebuah kemenangan,,
Ini bukan akhir, tapi sebuah permulaan,,
Api semangat ku telah membara, tak akan ku sia-siakan,,
Aku siap menopang segala beban,,
SEMANGATKU BUKAN UNTUK MENJADI SEORANG PAHLAWAN, TAPI UNTUK MENJADI SEORANG RELAWAN

RASA JADI KATA

RASA JADI KATA

Kali ini aku tahu apa peranku di dunia ini..
Aku adalah sang pemeran utama dalam kehidupan ku..
Ada sedih yang kupendam rapat-rapat..
Ada pedih yang kugenggam erat-erat..
Hingga mereka pikir aku adalah sosok yang kuat.. Nyatanya tidak..

Ada sesuatu di dalam diriku yang perlahan-lahan mulai runtuh..
Ada sesuatu di dalam diriku yang perlahan-lahan mulai meretak, dan mungkin sebentar lagi akan hancur..
Ada sakit hati yang tertahan, dan entah kapan akan tersalurkan..
Di layar kaca penuh pura-pura ini tersusun skenarioku tersenyum bahagia..
Diantara tak rela juga tak tega..  
Aku sudah terbiasa menahan tangis sambil tersenyum manis..
Kamu tidak pernah tahu bukan????

Kuharap ada polisi rasa yang bisa memborgol metode pura-pura itu ke penjara..
Suruhlah para polisi itu menahannya,, agar jangan aku lagi yang jadi tahanannya..
Agar tiada lagi yang menaruh diam sebagai salah satunya alasan luka bisa diredam..
Agar raja terego sedunia bernama pura-pura saja yang tenggelam..

Aku tak pernah menyangka bahwa tak perlu banyak belajar untuk menjadi aktor sandiwara..
Cukup beri betubi-tubi luka,, dengan kesabaran sebagai topengnya..
Lalu dialog meyakinkan dan senyum selebar-lebarnya..

Aku tidak bermaksud menjadi yang palsu dihadapanmu..
Hanya saja, aku terlalu takut menemui kenyataan yang tak sesuai inginku..
Sebab bukan tak mungkin ketika nanti kamu tahu hatiku luka dan aku berharap kamu datang mengobati,, nyatanya kamu hanya menertawai..

Entah sudah seberapa berat beban yang harus kupikul,, namun dalam membungkusnya dengan topeng bahagia aku tampak paling unggul..
Entah sudah berapa tetes air mata yang seharusnya kutahan,, namun aku paling piawai dalam mengekspresikannya dengan senyuman..
Tidak semuanya tahu bahwa ada isak yang kupendap dalam diam..
Karena ketika mereka tahu pun,, belum tentu mereka peduli..
Hanya kepada Sang Maha,, tangisku tercurah tanpa sandiwara..
Dan hanya kepadaNya,, aku tahu bahwa pura-puraku hanyalah sia-sia..