Tak sengaja aku baca artikel dari hipwee yang bagus sekali buat memotivasi diri sendiri, dan saat itu aku kepikiran buat berbagi artikel tersebut ke kamu sebagai pengganti puisi yang so sweet yang kamu pinta. Semoga kamu bisa memetik dan mengambil hikmah dari sepenggal artikel tersebut.
"Halo, diriku..
Apa kabarmu saat ini?
Apakah kamu masih sosok yang sama?
Sosok berkepala batu dengan ego yang selalu memenuhi udara?
Semoga saja tidak lagi."
Hai, ini aku, dirimu yang saat ini sedang tidak tenggelam
dalam ego. Ya, aku menulis surat ini demi memperbaiki diriku sendiri.
Aku ingin membuat kita tak lagi gemar menang sendiri sekaligus mengingatkan bahwa
banyak orang di sekitaran yang tanpa kau sadari sudah kau abaikan. Lewat surat
ini aku berusaha membantumu untuk tetap berpijak pada bumi dan mampu berbuat
kebaikan selagi kamu masih bisa menghela udara.
Walau sering merasa dunia berlaku kurang adil padamu,
sesungguhnya di sisi ada orang-orang yang begitu menyayangimu
Selain orangtua, ada juga sosok saudara yang walaupun menyebalkan namun sebenarnya mereka benar-benar peduli pada keadaanmu. Ah, dan masihkah kamu ingat bahwa kamu selalu memiliki kawan di dalam hidupmu? Para sahabat yang selalu ada untuk berbagi dekap di saat hatimu terbelah menjadi dua. Mereka juga selalu sedia telinga, tak pernah jemu, walaupun kamu selalu mengulang cerita yang sama.
"Dengan banyaknya orang yang
mencintaimu apa adanya, masihkah kamu merasa kurang beruntung sebagai manusia?"
Mereka dengan sabar menerima segala tingkah konyolmu
sebagai manusia. Sementara kau justru sering memandang kebaikan mereka sebelah
mata
Ya, kamu sering ingin menang sendiri. Terkadang kamu juga tenggelam ke dalam rasa iri yang sering membuatmu membenci teman tanpa alasan yang jelas. Saat ada beberapa teman yang berhasil meraih penghargaan kamu akan mengucapkan dengan hati setengah dan senyum yang tidak terlalu merekah.
Dipenuhi dengan orang-orang baik hati yang memiliki rasa tulus mencintaimu juga tidak membuatmu merasa lebih baik. Kamu justru merasa bahwa kebaikan yang mereka lakukan merupakan sebuah kewajiban. Sehingga kamu pun lebih gemar mengabaikan. Berpikir bahwa toh usia mereka semua masih panjang dan kamu bisa membalas segala kebaikan mereka kapan-kapan.
Kamu boleh merasa ingin menang sendiri. Tapi bukankah mereka juga punya hati?
Kamu mungkin tidak tahu betapa hati orang di sekitarmu selalu didera rasa sakit tiap kali kamu mengabaikan mereka. Ya, ibumu terluka tiap kali kamu selalu melontarkan alasan tidak bisa pulang ke kampung halaman. Begitu juga ayahmu, beliau kecewa ketika ragamu berada di rumah namun pikiranmu terhisap pada layar ponsel.Tidak hanya mereka, saudaramu juga sebal ketika harus menghadapi sifatmu yang selalu kekanakan. Tahukah kamu, di usiamu yang sudah menginjak kepala dua ini harusnya kamu bisa menjadi contoh panutan? Ya, tidak seharusnya kamu ingin menang sendiri dan mengharuskan setiap orang menuruti segala keinginan.
Belum lagi ketika kamu justru mengabaikan sahabat-sahabat yang sudah begitu baiknya hadir di dalam hidupmu. Kamu sengaja mengaku sedang sibuk dan enggan menghabiskan waktu ketika mereka butuh kehadiranmu. Kamu lebih menikmati ketika mereka bisa diajak berbagi suka. Namun saat mereka ingin sedikit membagi duka, kamu langsung menyibukkan diri.
Maukah sekarang kau sedikit melunakkan kerasnya kepala? “Selamanya” bukan bilangan waktu yang sah di dunia. Kau perlu berubah sebelum penyesalan menyapa
Kamu hanya diberi kehidupan sekali ini saja. Bertemu dengan orang-orang yang selalu membuat hatimu bahagia juga tidak selamanya. Ya, kamu tidak tahu kapan masa mereka di dunia akan habis, kamu bahkan juga tidak tahu kapan kontrakmu di bumi akan disudahi.Jadi, sebelum segalanya terlambat dan kamu dilumat penyesalan, maukah kamu berbesar hati melunakkan kerasnya kepalamu? Maukah kamu tak lagi mengabaikan mereka yang selalu berbuat baik padamu? Sebelum kamu tak lagi memiliki kesempatan. Berbagi kasihlah kepada ayah, ibu, saudara, serta kawan-kawanmu yang selama ini ada untukmu. Kamu tidak akan merugi, justru perasaan gembiralah yang akan memenuhi hati.
"Mulai sekarang berjanjilah kepada diri sendiri bahwa kamu tidak akan mengulang kesalahan yang sama demi kebahagiaan yang akan kamu petik di masa depan."
Selamat ulang tahun pesek, semoga makin dewasa sehat slalu, selalu dipermudah segala urusannya di dunia dan tentunya tambah gendut tambah pesek. Hahahahahaaa...
Ya itulah sepenggal cerita yang bisa aku bagi. Walaupun biasa saja dan tak spesial tak apalah, anggap saja untuk instropeksi diri. Soalnya juga dari orang biasa juga, hahahahaa... Dan semoga sudah ada yang special memberi yang special.. Hahaaaaa... Ok, keep spirit ajj pokoknya. Ohhh iyow, katanya kamu belum fasih baca Al-Quran ya?? aduuhh mesakke banget, suruh ngajarin kakak mu, kan lulusan pondok pesantren. hahahahaaa ppiiissssss...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar