Jumat, 21 Agustus 2015

Satu Kisah Tentang "Cinta"

Cinta.
Setiap orang tentu mempunyai sudut pandang sendiri memaknai cinta. Kebanyakan berangkat dari kenangan masing-masing individu. Tentu saya memiliki sudut pandang sendiri dalam memaknai apa itu cinta.

Cinta itu seperti apa?
Cinta tidak seperti apa-apa, cinta itu  slalu mengalir. Yang lekat di hati kita. Cinta yang mengalir dengan sendirinya tanpa paksaan. Seperti kata pepatah, dari mata turun kehati.

Bisakah cinta menyakiti?
Cinta tidak bisa menyakiti, cinta adalah rasa suka yang membahagiakan bukan pemberi rasa sakit. Banyak kita dengar, aku sakit karena cinta. Bukan seperti itu cinta, cinta tak pernah menyakiti. Mereka tersakiti bukan karena cinta, melainkan karena sudah tidak ada cinta. Walau rasa sayang itu masih ada, bukan berarti itu cinta.

Suatu keharusan untuk menyikapi segala sesuatunya dengan sudut pandang yang objektif bukan subjektif. Termasuk cinta. Dengan begitu kita tidak akan merasa tersakiti dan melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri kita sendiri atau orang lain. Sadarlah, ada cinta yang pantas untuk diperjuangkan tanpa harus bertindak diluar logika.

Bila kita bisa mencintai diri kita sendiri, maka akan lebih mudah kita mencintai orang lain. Banyak kasih yang harus kita bagi kepada sesama. Tetapi cinta tidak bisa terbagi dalam suatu ketertarikan hubungan lawan jenis. Lantas bisa apa jika seseorang masih sayang tetapi tidak bisa mencintai sepenuhnya? Iya, cinta segera pergi dari hatinya. Dan rasa sakit, kekecewaan, penyesalan, dan bahkan tak sedikit berbuat hal-hal yang konyol karena ditinggal oleh cinta. 

Maknai cinta dengan lebih bijak, dapatkan cinta dengan kasih bukan dengan hati dan pikiran buta. Cinta yang seharusnya membawamu pada kebaikan dan kebahagiaan, bukan membawamu pada kehancuran atau kekecewaan. 

Lantas bagaimana jika di hatinya sudah tidak ada cinta?
Dibuat simpel saja gaesss, kecewa boleh kalut boleh galau juga boleh. Tapi ingat, secepatnya kita harus segera bangkit. Tidak perlu melakukan hal-hal yang konyol dengan cara yang "entah". Terus berkarya demi masa depan. Dunia ini tidak butuh pecundang gaess. Hanya seorang pecundang murahan yang bisa dikalahkan karena cinta. Pikirkan perutmu sebelum kamu memikirkan cinta.

Tidak ada komentar: