Kamis, 27 Agustus 2015

Padamu Telah Kutaruhkan Rasa Percaya Yang Tak Terhingga

Hanya embun pagi yang selalu membisikkan akan rindu ini semalam. Ia selalu setia menyejukkan hati yang kadang dirundung rasa "entah" yang selalu saja menyisakan kerak hitam. Disini, ditempat ini aku mampu bertahan dengan segala dayaku yang hampir menemui rasa keterputus asaanku. 

Kamu tahu sayang? Telah kuserahkan segala rasa yang selama ini bernyanyi dalam sunyi sepi hanya padamu. Kamu yang dulu selalu berusaha mendekat padaku untuk menyelami rasa apa yang kumiliki atas namamu. Kamu yang senantiasa merapal doa-doa atas namaku disetiap sujud terakhirmu. Apa yang kamu inginkan atasku kini telah kamu miliki seutuhnya. Doa-doamu yang meruntuhkan hati ini membuatku takluk bersimpuh mengharap kasih sayang dan cintamu seutuhnya.

Kamu selalu melihat aku tampak baik-baik dengan mengumbar sejuta senyum seolah apa yang kudengar, kulihat, kurasakan selama ini hanya angin lalu. Tuhan, rasa apa ini? Hati yang sering sesak atas segala rasa lain yang tidak kuharapkan ini mencabik menyayat hati. Sesakit inikah yang namanya cemburu?

Ketidak berdayaanku atas apa yang terjadi membuat hati kian pilu. Aku yang hanya bisa diam dan melihat apa yang terjadi terkesan kubiarkan saja. Entahlah, aku tidak ingin menuruti egoku untuk membuat keadaan ini membaik. Keadaan yang bisa selalu menyejukkan seperti kamu katakan padaku waktu itu. Aku sangat berharap semoga kata-katamu tidak hanya terdengar surga ditelinga saja, tetapi mampu membuat surga diatas hati ini. 

Kamu yang kelak akan menjadi ibu bagi anak-anakku, kamu yang kelak senantiasa mendidik anak-anakku dengan budi pekerti yang baik. Kamu yang kelak menjadi lentera cahaya rumah tangga kita. Kita yang akan membangun sebuah museum perjalanan hidup kita. Dengan 2 anak kembar dan 1 anak angkat tentunya akan menjadikan sebuah keluarga bahagia, keluarga yang sanggup memberi bukti nyata bahwa rasa sayang dan cinta yang kita berikan pada anak-anak kita tak ada garis pembeda. 

Sayang, ingatkah kamu? 
" Sepanjang kamu percaya, aku akan bisa mendidik anak-anak kita dengan segala hal yang kupunya".
Sungguh hanya kata-katamu ini yang mampu meredam segala rasa yang sering membuat hati pilu. Padamu telah kutaruhkan rasa percaya yang tak terhingga. Kuharap kamu bisa menjaga selamanya.

I will always love you

1 komentar:

Ridan Umi Darojah mengatakan...

selalu seneng baca tulisan ini. Mengingatkan bahwa ternyata terlalu banyak kisah yang terlewat. Semoga kamu bahagia.